Friday, October 10, 2014

Pak Ogah

Well helloo..
Lama tak berjumpaa

Malam-malam gini saya buat new post sebenernya dalam rangka ingin pamer puisi yang akhirnya berhasil dibuat setelah pertapaan yang sekian abad lamanya *horee*. Puisi yang (terpaksa) harus dibacakan esok hari di depan kelas ini berjudul Pak Ogah.

Pada tau nggak siapa sih Pak Ogah itu?
Coba ya tebak dulu lewat puisi hasil pertapaanku ini

Di tengah sengatan sinar matahari
dan riuhnya lalu lintas kota besar
Kau setia berdiri disana
Menunggu datangnya kendaraan
yang meminta bantuan
"Prit prit"
Begitulah suara benda kesayangan
Yang setia menemani
Tuk meraup rejeki
Tanpa gelar
Tanpa seragam
Hanya sekedar keberanian
Membantu mereka tuk menyebrang jalan
Walau uluran uang recehan
yang dia harapkan
senyum ikhlas pun tak mengapa
Hanya satu keinginannya
Untuk mengayuh roda kehidupan
Mengais rejeki halal
Dengan menjadi Pak Ogah

Gimana?
Udah dapat gambaran kan?
Sering lihat kan?
Iya.. orang yang sering ada di pinggir jalan ramai untuk bantu orang-orang untuk menyebrang.

Kadang kasihan juga sih, kendaraan yang disebrangin kebanyakan tuh motor, yang biasanya sopir kendaraan roda dua jarang yang mau kasih tip untuk si Pak Ogah ini. Walaupun ada beberapa mobil yang kasih selembar uang seribuan atau dua ribuan, tapi ada juga yang cuek aja udah dibantu untuk nyebrang.

Kalau saya sih ya.. karena termasuk pengguna kendaraan roda dua, nggak sempet ambil dan nyiapin uang tip, ya minimal saya senyum atau ngangguk, bagus lagi ucapin terima kasih sama Pak Ogahnya itu. 
Ya lebih bagus lagi sisihkan sedikit lah untuk diulurin ke bapaknya.

Walaupun kayaknya cuma pekerjaan sepele, yang semua orang mungkin bisa lakuin. Setidaknya kita berterima kasih akan keikhlasan dia untuk membantu, walaupun niatnya emang cari duit buat kehidupannya tapi dia kan juga nggak minta tarif. Tip atau tarif yang dikasih sebenarnya juga kesadaran dari para pengendara (yang dibantu) untuk 'menyumbang jasa' nya. Dia juga udah berusaha cari pekerjaan HALAL.

Kadang saya juga mikir upah Pak Ogah tiap hari.
Misalnya aja satu mobil kasih upah 1000 rupiah. Tiap jam, misalnya aja 50 mobil. Artinya satu jam Pak Ogah udah dapat 50.000 rupiah! Tinggal dikaliin aja mau berapa jam dan berapa hari.
Tapi balik lagi.. siapa sih yang mau panas-panasan di jalan, trus ambil resiko di jalan besar gitu? Belum lagi ada preman atau penguasa jalanan situ minta setor.
Saya yakin juga kalau mereka dikasih pekerjaan lain yang walaupun sepadan tapi nggak seberat itu juga gak nolak deh.

Ya intinya.. hargai aja orang orang yang mungkin berada di bawah kita dan pekerjaan mereka sepele. Tapi sesepele pekerjaan mereka asal halal itu udah hebat banget dong sob! Mereka cuma menjaga agar mereka nggak meminta-minta. Itu aja. :)

Reactions:

1 comments:

"Pak Ogah" memang sering kali membantu kelancaran lalu lintas terutama diperempatan jalan yg rame. tapi tidak sedikit pula yg justru malah "membuat" jalanan macet.

Tapi bagaimanapun saya salut dengan Pak Ogah yg benar-benar serius membantu..

Post a Comment

Dikomen ya pren, asal cuap-cuapnya yang polite, ku reply kok ^_^
Tapi tolong jangan menyertakan link aktif & SPAM ya :) Trimakasih

 
Cute Pencil