My Daily Activity

Kejadian dan pengalaman lucu? sedih? seru? Mau tau semua ceritanya? Nyata dan tanpa rekayasa ^_^

ALL ABOUT ART

Ada pengetahuan tentang musik, seni lukis, film, dan video lucu. Semua hanya di catatanmingguanku.blogspot.com :)

Jesus Christ and Friends

"JANGANLAH TAKUT, SEBAB AKU TELAH MENEBUS ENGKAU, AKU TELAH MEMANGGIL ENGKAU DENGAN NAMAMU, ENGKAU INI KEPUNYAAN-KU. OLEH KARENA ENGKAU BERHARGA DI MATA-KU DAN MULIA, DAN AKU INI MENGASIHI ENGKAU." (YESAYA 43:1,4)

Ayo Belajar Komputer

Mari belajar komputer bersama, mulai dari tips trick bloggeran dan cara mengatasi masalah-masalah saat kita berinternet.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, July 9, 2013

Demi Sahabat

Pagi itu Cleo berdandan rapi. Bukan untuk acara penting, hanya pergi ke sekolah. Dengan mantap ia melangkah menuju ke kelas. " Hai, Nin!", sapa Cleo pada gadis cantik berambut panjang yang telah lama menjadi sahabatnya. Nina dan Cleo telah menjadi sahabat sejak kecil, bahkan di bangku SMP mereka ada di kelas yang sama. "Tumben nggak telat?", tanya Nina pada sahabatnya yang sering telat itu. "Nggak dong. Eh, nanti antar aku ya?", pinta Cleo. "Kemana?", tanya Nina sembari mengetik sesuatu di HPnya. "Ke kelas atas", "Ha?", sahut Nina yang langsung menatap Cleo dengan serius. "Emang kenapa? Aku mau pinjem buku sama kakak kelas, em.. sekalian. Kamu tahu kan maksud aku". Dengan sekejap Nina bisa langsung tahu maksud sahabatnya itu, menjawab dengan lemas "Oh itu, iya oke". Cleo telah memendam rasa pada salah satu senior di SMAnya, Ninalah yang akhirnya menjadi korban curhat oleh sahabatnya.

"Ayo, Nin. Dia keburu ke kantin!", seru Cleo pada Nina. "Iya". Sesampainya di kelas yang dituju Cleo berbisik pada Nina. "Nin, itu tuh", sambil melirik pada senior yang disukainya. "Iya tau! Cepetan dong!" , bukannya membalas, Nina malah memasang tampang kesal pada Cleo. "Kamu kenapa sih?" tanya Cleo heran. "Nggak papa", jawabnya kecut.

Bel pulang sekolah berdering. Cleo menemui sahabatnya dan mengajaknya untuk belajar bersama di rumahnya. Memang saat itu sudah mendekati ulangan tengah semester, mereka harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Di rumah Cleo mereka mulai membahas materi-materi yang mereka anggap sulit. Sesekali mereka membahas materi di luar pelajaran sebagai selingan. "Cleo, aku ke kamar mandi dulu ya?", izin Nina. "Iya, kamu terus aja lalu belok, terus jangan sampai nabrak", canda Cleo. "Iya tau, tau. Kayak baru sekarang aja main di rumahmu" balas Nina.

Saat Nina di kamar mandi HP Nina bergetar, tanda ada SMS masuk. Cleo sesekali melirik. Ia penasaran. Tangannya gatal ingin membukanya. Ternyata keingintahuan Cleo terlalu besar hingga akhirnya ia menyaut HP Nina yang ada persis di sebelahnya.
Mata Cleo memerah, air mata mulai membasahi pipi Cleo. Seharusnya ia tidak membukanya, karena pesan yang barusan ia baca hanya membuatnya sakit.

Nina kembali dengan ekspresi lega "Duh, lega nih, ayo lanjuutt!". Ekspresi Nina seketika berubah cepat saat mengetahui sahabatnya menangis. Nina langsung sadar dan mengambil HP dari tangan Cleo. "Kamu buka HPku ya!" tanya Nina dengan sedikit membentak. Cleo membisu. Banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan Cleo pada sahabatnya. namun, semua itu terkunci di dalam hatinya.

Bergegas Nina membereskan barang-barangnya. "Ya udah, aku pulang" pamit Nina dengan segera. Cleo masih terdiam.

Bermacam-macam perasaan bercampur aduk di dalam hatinya. Pikirannya masih melayang-layang mengingat pesan singkat di HP sahabatnya. Apakah benar? Apakah ketakutannya yang sudah ia pendam dalam-dalam muncul kembali dan menjadi kenyataan?
Ya. Dulu Cleo pernah curiga akan kedekatan Nina dengan orang yang disayanginya. "Eng.. nggak kok. nggak ada apa-apa", begitu jawaban Nina yang diberikan pada Cleo dulu. Iya dulu.
Seketika kecurigaan Cleo hilang saat itu. Namun kali ini Cleo semakin yakin bahwa semua yang ada di pikirannya itu nyata.

Pagi itu tidak seperti biasanya, Cleo memasuki kelas dengan lesu. Sesampai di kelas ia juga tidak menemui sahabatnya yang biasanya setia menunggu Cleo untuk mem-booking tempat duduknya. Padahal hari ini adalah hari ulang tahun Cleo. Pembukaan terburuk di hari ulang tahunnya.
Ternyata hari itu Nina tidak masuk sekolah. "Hm..nggak kayak biasanya, dia kan rajin masuk sekolah. Ah, ngapain aku masih mikirin pembohong itu!". Buru-buru ia mencari kesibukan lain di kantin sekolahnya.

"Eh, tadi aku dikabari Bu Ari, katanya si Nina pindah sekolah" "Serius kamu? Kok tiba-tiba gitu sih?" "Nggak tau juga". Cleo menguping sedikit pembicaraan teman-temannya di kantin. Seketika hati Cleo hancur. Ternyata pertengkaran singkat kemarin menjadi yang kisah terakhir bersama Nina di sekolah itu.
"Cle, teman kamu ngapain pindah?", tanya salah seorang temannya. Cleo terdiam kemudian berlaik seolah-olah tak mendengar pertanyaan temannya.

Sampai di rumah, Cleo membuat satu rumah geger. Tidak biasanya Cleo yang ceria berubah menjadi murung dan lesu. "Nak, napa kamu?", tanya ibu lembut, dengan harapan ibunya tahu sebab kemurungan Cleo. Namun malah ditanggapi dengan gelengan lesu. "Yaudah kalau nggak mau cerita sama ibu. Oh iya tadi ada kiriman kado, itu ibu taruh di kamar kamu." "Iya, Bu"

Mungkin sebungkus kado itu bisa sedikit meringankan suasana hatinya saat itu. Kado itu cukup besar, dengan bungkus berwarna merah jambu yang jadi warna kesukaan Cleo, tampak manis dengan hiasan pita besar terikat di tengahnya.

Cleo membukanya dengan hati-hati. Boneka teddy bear berwarna cokelat berpita emas tampak saat bungkus telah terbuka. Ia mencari siapakah pengirim bingkisan itu? Ternyata ada sepucuk surat yang terselip di dasar kardus. Cleo merasa ada letupan kecil di hatinya saat membaca 'From : Nina' di dasar amplop.
Air mata menetes saat Cleo membaca surat sahabatnya itu.

Disana tertulis "Haiii Cleeooooo!! Yay! Udah 15 tahun ih ciee.. Happy Birthday ya crewet :D Pertama-tama aku mau minta maaf sama kamu, aku nggak bisa ngerayain langsung ulang tahunmu. Papa aku dipindahtugaskan mendadak ke Sumatera, sekeluarga harus pindah tinggal disana, otomatis sekolah aku juga harus pindah. Maaf juga pertemuan terakhir kita jadi kacau kemarin gara-gara kelakuanku. Kamu pasti bertanya-tanya kan soal hubungan aku dengan idolamu itu? Iya, sebenarnya aku juga memiliki perasaan yang sama seperti kamu. Maaf, aku tahu dia lebih menyukaiku daripada kamu Cleo, namun mengetahui perasaannya padaku malah membuatku sakit hati, karena aku tahu sahabatku sendiri punya rasa yang sama-sama denganku. Jadi, aku takut mengakuinya dan lebih memilih untuk lari setiap kau mengajukan pertanyaan seputar itu. Iya aku pengecut. Tapi kuharap kamu mau maafin aku mungkin untuk yang terakhir. Namun, aku juga berdoa kita bisa bertemu lagi. Sekarang kamu bisa terus berjuang untuk mendapatkan hatinya lho! Walau tanpa aku jangan malu untuk ke lantai 2 ya haha. Makasih Cleo udah setia jadi sahabatku sampai sekarang. Semangaaattt! Love you"

Cleo menutup suratnya. Rasa kesal dalam dirinya berubah mejadi penyesalan. Kenapa aku terlalu egois? Kenapa aku tidak pernah menanyakan perasaannya? Kenapa aku membiarkan Nina berkorban untukku? Suara-suara penyesalan terngiang di pikirannya. Namun, semua sudah terlambat. Setidaknya ia bersyukur memiliki sahabat sebaik Nina. Cleo berjanji untuk menjaga perasaan orang terdekatnya dan tidak membuatnya kecewa.

Story By: me - sorry cerita 3A , Aneh, Alay, Ampun deh jelekk (?) .__.v

 
Cute Pencil