Sunday, January 15, 2012

Arti Persaudaraan

Ada kakak beradik yang sudah yatim piyatu. Mereka sangat akur satu sama lain, walaupun mereka juga bukan keturunan orang kaya. Kakaknya bernama Kiko dan adiknya bernama Kiki.
Suatu hari, setelah pulang sekolah, mereka bertemu dengan gembel tua yang tergeletak di pinggir jalan. Karena kasihan, mereka membuka tas mereka dan mengambil bekal yang tersisa untuk diberikan pada gembel tua itu. 
Setelah menerima sisa bekal kakak beradik itu dan memakannya, gembel tua itu berterima kasih kepada Kiko dan Kiki. 
Saat Kiko dan adiknya akan melanjutkan perjalanan pulang, gembel tua itu memberikan pensil kayu untuk kedua kakak beradik itu sambil berkata, “ Jika kalian menginginkan sesuatu, tulislah keinginan kalian dengan pensil ini.” “Tapi ingat! Pensil ini hanya bekerja untuk 3 keinginan. Jika kalian meminta lebih dari 3 kali, kalian sendiri yang akan menjadi barang itu.” 
Setelah itu Kiko dan Kiki pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. 
Sampai rumah, saking senangnya mereka segera meminta apa yang mereka butuhkan 3 kali berturut-turut. Hingga pensil itu tidak bekerja lagi.
Di suatu siang yang cerah, Kiki bermain ke rumah temannya yang tidak jauh dari rumahnya.
Di rumah temannya itu Kiki melihat boneka yang sangat bagus. Kiki sangat senang bermain di rumah temannya karena dia boleh bermain sesuka hati boneka temannya itu.
Tak terasa hari mulai gelap, Kiki masih asik bermain dengan boneka temannya. Kakaknya, Kiko akhirnya menjemput Kiki. Kiki menangis karena tidak mau pulang dan minta dibelikan boneka seperti milik temannya itu. Kiki kasihan juga melihat adiknya menangis dalam perjalanan pulang, tetapi yah...Kiko tidak punya uang yang cukup untuk menuruti keinginan adiknya itu.
Karena Kiki dan Kiko memang ditinggal orang tuanya tanpa warisan.
Paginya, mereka pergi ke sekolah seperti biasa. Di sekolah, Kiki sedih karena teman-temannya sedang membicarakan boneka mereka. Ia sedih karena tak punya boneka yang dapat dibanggakan untuk dipamerkan pada teman-temannya. 
Setelah bel pulang sekolah, Kiki cepat-cepat pulang tanpa menunggu kakaknya. 
Di rumah Kiki segera menulis dengan pensil pemberian gembel tua itu dulu. Kiki lupa bahwa pensil itu sudah tidak bekerja lagi. 
Saat itupun Kiko sampai di rumah, memanggil nama adiknya. Tapi tidak ada jawaban dari Kiki. Setelah lelah mencari-cari adiknya, ia menemukan pensil ajaib itu tergeletak di sebelah boneka yang sangat bagus di kamar adiknya. 
Kiko sangat kaget, kemudian ia tahu bahwa adiknya telah berubah menjadi boneka. Kiko menangis tak henti-henti sambil memeluk boneka jelmaan adiknya. 
Tapi...apa gunanya ya menangis tanpa melakukan sesuatu? Batinnya.
Saat itu, segera Kiko mencari gembel tua yang memberikan pensil ajaib itu dan berdoa semoga dapat memberikan solusi.
Saat Kiko bertemu dengan gembel tua itu dan menceritakan semuanya, ia malah tertawa.
Kiko sangat kesal dan hampir putus asa. 
Gembel itu berkata, bahwa boneka jelmaan adiknya itu dapat kembali seperti semua dalam 2 hari. Jadi gembel itu hanya mengetes persaudaraan antara Kiki dan Kiko. 
2 hari kemudian, di sekolah Kiko sangat heran melihan adiknya Kiko bermain di halaman sekolah dengan normal. Tanpa terjadi apa-apa. Anehnya pensil ajaib itupun hilang entah kemana.


by: Lusia Yotista

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Dikomen ya pren, asal cuap-cuapnya yang polite, ku reply kok ^_^
Tapi tolong jangan menyertakan link aktif & SPAM ya :) Trimakasih

 
Cute Pencil