Monday, June 14, 2010

Banjir di Perkemahanku

Hari sabtu yang lalu tepatnya tanggal 12 Juni 2010 anak-anak SMPN 7 kelas 7 mengikuti kemah. Kemah itu tidak berjalan dengan baik karena airlah yang menggagalkannya.

Hari sabtu pagi jam setengah tujuh, siswa siswi SMPN 7 di sekolah sudah bersiap-siap menuju lokasi perkemahan. Ada yang naik mobil sendiri, ada juga yang naik truk, dan ada yang naik mobil polisi.

Sampai lokasi, kami mulai mengangkat barang-barang bawaan ke lapangan.
Waktu itu sangat panas jadi regu kami, nusa indah kewalahan mendirikan tenda. Apalagi tenda regu kami itu tenda tentara jadi berat sekali.
"Nah, akhirnya jadi juga ni tenda tidur. Wah, tapi tenda masak sama tenda dapur belum. Gapura belum, masang spanduk juga belum, apalagi masak. Waah...huft..."
keluhku.

Setelah selesai mendirikan 3 tenda, reguku kemudian memasak. Segera aku mengeluarkan tempe dan tepung. Ya memang, tempe goreng memang kesukaanku.
"Temen-temen, aku cuma nyampurin tempe sama tepung aja ya, karena aku takut karena nyemplungin tempe ke wajan itu. Hehehe", kataku. "Yah, masa ketua nggak bisa masak, cape deh", begitulah gurauku saat memasak.

Selesai memasak, regu kami mengikuti upacara pembukaan. Saat upacara pembukaan masih berjalan dengan lancar. Walaupun waktu itu gerimis, tetapi matahari masih bertahan bersinar terik. Jadi, beberapa teman kami, khususnya regu lili banyak yang sakit. Ketua, wakil ketua, dan wakil dari wakil ketua regu lili pulang karena sakit semua. Regu mereka anggotanya jadi sedikit sekali.

Setelah itu kami mengikuti kegiatan sesuai jadwal. Ikut lomba PBB, lomba memasak, dan lainnya.

Lomba PBB, akulah yang memimpin. Karena aku lambat kalau disuruh mengingat jadi PBB regu nusa indah tak berjalan baik.
Lomba memasak dimulai. Nusa indah mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak bihun. Walau hari itu hujan cukup deras tetap tidak menggoyahkan semangat kami. 2 jagoan memasak regu kami mulai beraksi. "Eh, kok asin banget sih?" "Loh kecapnya mana?" "Eh, jangan tambah kecap dong!" "Tambah air, tambah air!" "Ayo ambil air sana!", kami berdebat saat memasak, membuat suasana menjadi tambah seru.

Nah, bihunnya sudah jadi. Walau gagal berkali-kali tapi kali ini enak sekali. Masakan kemudian di bawa ke juri untuk dinilai. Hehe, masakan regu kami mendapat jempol berkali-kali lo. Karena sisa, jadi kami berbagi untuk regu banteng. Kembali kami mendapat jempol.

Lomba futsal dimulai, tapi...hujan makin deras...deras sekali. Lomba itu ditiadakan. Untunglah, karena tak satupun anggota kami yang pandai futsal. Malah sebelum itu kami berdebat, tak ada yang mau ikut. Karena itu aku marah, nah, baru deh ada yang mau ikut.

Ada sesuatu yang mengganjal, salah satu teman dalam regu kami kakinya kram. Padahal baru saja ada pemberitahuan lewat speaker, "Karena hujan makin deras, maka sebisa mungin selamatkan barang-barang kalian!" Ya memang, tenda kami tiga-tiganya bocor semua. Bolak balik kami memindahkan barang-barang ke ruang kelas.

Hujan membuat tanah di lapangan menjadi becek dan menggenang atau kita sebut saja banjir kecil-kecilan. Karena barang-barang yang kami bawa sangat banyak kami kewalahan dan ada pemberitahuan lagi lewat speaker, "Jangan panik, menyelamatkan barang-barang sudah kami tutup sekarang selamatkan diri kalian sendiri, jangan ada yang masih di tenda, semuanya jangan ada di tenda!"

Di ruang kelas, banyak yang menangis, banyak yang sakit. Regu nusa indah, sebagian besar sedih dan menangis, bahkan akupun menangis. "Huhuhuhuhuhu....barang-barangku masih banyak yang disana.." "Lampu emergensiku masih ada di sana!" "Tasku dimana?" "Huhuhu, komporku masih di sana, gimana dong? Itu mahal!" "Gas 3 kgku di sana! Belum aku bayar lagi, gimana kalo ada yang ngambil?", banyak keluhan terdengar, tangisan juga sangat jelas.

Kegiatan dalam jadwal hancur sudah. "Aah, andaikan tak ada hujan. Pasti kemah kali ini sangat seru", kataku sambil terisak. Aku sangat takut, kacau, kemah kali ini sangat kacau. Rasanya sangat nyaman jika mengingat rumah. "Andaikan saja tadi aku nggak ikut." aku mulai mengeluh lagi.

Kelas yang kami tempati sudah penuh jadi regu kami disarankan pindah ke kelas lain. Malam itu aku tak bisa tidur, selalu teringat barang-barangku yang masih tertinggal. "Bagaimana hpku? bagaimana kompornya? bagaimana jaketku, itu kan masih baru? Kalau hilang gimana?" , yah memang di lokasi itu banyak kejadian terutama pencurian.

Paginya kami sedikit bersemangat. Sebelum wide game, jalan-jalan dulu. Wide game dimulai. "Wah nggak sempat mandi nih, airnya habis semua". Satu regu nggak mandi semua deh.

Kami mulai berjalan berhenti di pos-pos untuk menjawab pertanyaan dan memulai tantangan. Melewati sawah-sawah, kebun, dan lainnya membuat menjadi bersemangat lagi. Ada 8 pos yang menantang.

"Huft, akhirnya sampai juga..." kataku. "Laper nih.." "Iya.." "Desi sama Tasya udah selesai masak belum ya?". Ya, salah satu anggota regu harus tinggal untuk jaga tenda dan masak, tetapi karena regu lili itu sangat sedikit makannya digabung reguku.
Orang tuaku datang membawa lauk untuk makan.
"Semua regu diharap berkumpul untuk upacara penutupan", terdengar suara speaker lagi. "Ealah, capek nih, belum makan...huhuhuhu".

Saat upacara penutupan, regu kami dikagetkan saat pembacaan pemenang regu tergiat. "Juara ke 3 tergiat diraih oleh reguu..........Nusa Indaahhh!!!"
Waah.....aku kaget, tak percaya walau hanya juara 3, segera aku maju ke depan untuk menerima piala.

Yah, walaupun kemah kali itu kacau dan hanya dilaksanakan 2 hari 1 malam yang seharusnya 3 hari 2 malam tetapi tetap berkesan. Tidur bukan di tenda tetapi di kelas.
Dan yang paling membahagiakan saat regu kami mendapat piala kebanggaan. Go..go..Nusa Indah!

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Dikomen ya pren, asal cuap-cuapnya yang polite, ku reply kok ^_^
Tapi tolong jangan menyertakan link aktif & SPAM ya :) Trimakasih

 
Cute Pencil