Sunday, March 8, 2009

PENGALAMAN ke BOROBUDUR & INDUSTRI KULIT


Saat saya kelas 5 saya merasa senang sekali. Mengapa? Karena saya dapat bertamasya bersama teman-teman kelas 5A, 5B, 5C SD Tarakanita.
Saya bertamasya pada tanggal 15 Maret 2008 yang lalu yang jatuh pada hari Sabtu. Aku bertamasya ke Borobudur dan Industri Kulit. Dan beginilah ceritaku...
Di Borobudur saya dan teman-teman mewawancarai turis-turis yang ada di sana. Tidak hanya sekolahku saja tetapi di sana juga ada siswa-siswi sekolah lain yang sibuk mencari dan mewawancarai turis-turis muda maupun tua.
Ada turis yang ramah kepada si pewawancara dan ingin berfoto bersama, contoh turis kami adalah turis yang bernama John dari Amerika. Ada pula turis yang menolak ajakan kami untuk berwawancara.
Ada salah satu kelompok SD kami yang salah mewawancarai, ada yang salah mewawancarai foto model dan ada pula yang malah mewawancarai tukang batu.
Pernah sekali saya mewawancarai si gayet, dan akhirnya kami meminta maaf dengan malu-malu.
Untuk tugas Bhs. Inggris kami ditugaskan untuk memotret para narasumber dan Borobudur. Ya, foto dan data-data itu pula untuk membuat mading Kelas 5.
Ada juga turis kami yang bisa memainkan seruling, dan hebatnya si turis bisa menyenandungkan lagu daerah Indonesia, misalnya Suwe Ora Jamu. Ada salah satu siswa merekam dan salah satu memotret.
Setelah turun dari wilayah Candi Borobudur, kami menuju ke Museum Borobudur yang masih satu tempat dengan Borobudur.
Di dalam museum terdapat foto-foto dan peninggalan-peninggalan kuno khas Borobudur dan ternyata alat perekat batu-batuan di Borobudur satu dengan yang lain menggunakan kuning telur.
Setelah puas melihat-lihat museum, kami menuju kantin Borobudur yang letaknya di belakang museum. Kami membeli minum sebanyak-banyaknya untuk melepas dahaga.
Usai mewawancarai turis dan melihat-lihat museum kami sesegera mungkin menuju pasar Borobudur yang letaknya cukup jauh dari museum.
Di sana aku membeli cinderamata khas Borobudur untuk dijadikan oleh-oleh untuk keluargaku. Di dalam bis aku terkejut melihat ayahku dari jendela yang kelihatannya sudah memanggil aku sejak tadi. Rupanya ayahku menerima SMS dariku jika kodaknya rusak akibat terjatuh waktu di Candi Brobudur. Kasihan juga papaku yang menempuh perjalannan yang jauh pula. Setelah meninggalkan wilayah Borobudur kami menuju ke tempat tujuan ke 2 yaitu Pabrik Kulit. Sampai di sana aku belum bisa turun karena tidak tahan akan baunya. Baunya berasal dari kulit-kulit yang belum di proses dan masih mentah. Walaupun hidungku sudah tertutup masker, tapi... tetap saja bau!
Ternyata kulit yang diproses adalah kulit buaya juga! Mengapa Tista tau? Karena di bawah pabrik terdapat kolam buaya.
Semua hal-hal penting ku catat. Setelah mengelilingi pabrik dan mendengar penjelasan dari sang narasumber kami pulang kembali ke sekolah. Di sekolah kami telah ditunggu oleh orang tua kami masing-masing.

Waktu diborobudur aku nggak berani wawancara dengan turis, kan perkelompok, nah yang bagian tanya tanya itu temanku Mias ,
Excuse me Mr/Mrs, can I ask some question to you?
Oh yes/sure
What is your name?
Where do you live Mr/Mrs?
What are you doing in Indonesia?
Why you come to Indonesia?
How old are you?
dll.. kalau nggak salah gitu ,,, nah itu ada yang jawabnya ramah banget, ada yang galak banget, sok jual mahal gitu deh..

Reactions:

1 comments:

Post a Comment

Dikomen ya pren, asal cuap-cuapnya yang polite, ku reply kok ^_^
Tapi tolong jangan menyertakan link aktif & SPAM ya :) Trimakasih

 
Cute Pencil